Jumat, 01 Juni 2012

Lingkungan dan Manusia


Lingkungan hidup boleh dikatakan merupakan bahagian yang mutlak dari kehidupan manusia. Dengan kata lain, lingkungan hidup tidak terlepas dari kehidupan manusia. Manusia mencari makan dan minum serta memenuhi kebutuhan lainya, adalah karena terdapatnya lingkungan hidup sebagai sumber pertama dan terpenting bagi pemenuhan berbagai kebutuhannya. Dari lingkungan hidupnya, manusia memanfaatkan bagian-bagian lingkungan hidup seperti hewan, tumbuhan, air, udara, sinar matahari, garam, kayu barang-barang tambang dan sebagainya untuk keperluan hidupnya.

Dari lingkungan hidupnyalah seorang manusia bisa memperoleh daya atau tenaga. Memperoleh kebutuhan pokok atau primer, kebutuhan sekunder atau bahkan sebagai tempat untuk memenuhi lebih dari pada kebutuhanya sendiri berupa hasrat atau keinginan. Atas dasar lingkungan hidupnya pulalah manusia dapat berekreasi dan mengembangkan bakat atau seni. Dengan demikian dapat dimengertilah sekarang, bahwa manusia tidak bisa hidup dalam kesendirian. Bagian-bagian dan komponen-komponen lain, mutlak harus ada mendampingi dan maneruskan kehidupan atau eksistensinya. Bagian-bagian atau komponen-komponen yang mendampingi dan sekaligus sebagai sumber mutlak kehidupanya itulah yang dinamakan lingkungan hidup. Jadi hubungan antara manusia dengan lingkungan yang ada di sekiratnya menjadi mutlak untuk dilakukan, sebagai hubungan timbal balik yang berupa kerjasama yang saling menguntungkan. Bila manusia bersikap baik terhadap alam maka alam pun akan bersikap baik kepada manusia.
Untuk dapat mengerti dan menilai sejarah dengan baik berbagai peristiwa di masa lampau, tidaklah cukup bila diketahui apa dan kapan itu terjadi. Masih perlu diketahui dimana itu terjadi, karena segala peristiwa harus dihubungkan dengan tempat tertentu dan dengan sendirinya juga sifat-sifat instimewa dari tempat yang bersangkutan harus dipahami. Disamping juga harus diketahui siapa dan mengapa peritiwa itu terjadi. Jadi, bukanlah sekedar cara hidup manusia yang harus digali, tetapi juga seluk beluk lingkungan yang dihuninya. Ini meliputi bumi dengan segala bagianya, perbedaannya mengenai ciri-ciri geologis dan klimatologisnya, dunia tetumbuhan serta dunia hewanya. Ringkasanya semua kondisi kehidupan manusia di berbagai tempat dan dalam aneka periode harus diketahui. Yang mana kesemuanya juga mempengaruhi jalanya sejarah.
Penelaahan bumi adalah tugas geografer. Tetapi hasil telaahnya tak memenuhi kebutuhan  seorang sejarawan yang tak puas dengan pengetahuan tantang kondisi bumi sebagaimana adanya sekarang. Sejarawan perlu pula mengenal berbagai perubahan alam yang pernah terjadi, untuk lebih mengerti sejarah manusia yang berlangsung disitu. Sehubungan itu perubahan dan pembagian umat mansuia menurut ras yang tersebar di seluruh dunia ini harus diketahui, termasuk lokalisasi bangsa-bangsa dengan pusat-pusat peradabanya serta pergeseranya dari masa ke masa.
Sejarah dari bumi dapat dipelajari oleh sejarawan melalui geografi fisik. Adapun hubungan antara manusia dan bumi di masa lampau harus ditelaahnya melalui apa yang disebut geografi kesejarahan (historical geography). Nama lain dari geografi kesejarahan oleh pemakalah disni diistilahkan dengan sejarah ekologi atau ada juga yang mengistilahkan dengan Geohistori.
Secara lebih khusus untuk mempertajam dalam penulisan makalah ini mengambil studi kasus dalam usaha ekspansi oleh Sultan Agung, raja Kerajaan Mataram Islam pada tahun  1613-1645 M. Pemakalah mengambil tema ini karena dirasa sangat cocok untuk dibahas keterkaitan antara peristiwa sejarah yang dipengaruhi oleh alam lingkungan manusia. Sehingga sesuai dengan tema pokok makalah ini tentang sejarah ekologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar