Kamis, 10 Mei 2012

Sejarah bukan milik pahlawan tapi milik pemenang


Mungkin judul artikel ini emmang agak aneh. Kok bisa seorang pahlawan yang seorang hero yang seharusnya bisa menjadi penent kebijakan ataupun pengambil keputusan penting dalam sesautu menjaid seorang yang dianggap tidak pernah apa, akrena dikalahkan oleh pemenang.
Sangta ironi memnag kalau kita melihat sejarah bagaimana para pahlawan ini lah tersingkirkan karena kalah dalam eprsaingan politik dengan para “pahlawan yang menjaid pemenang”. Mungkin dunia memang dirsa tidka adil akrena hanya menulisken emrka yang menang saja, sementaar merka yang kalah tidka pernah akan tertuliskan dalam sejarah, toj kalaupun tertulis pasti dengan model adan imej yang berbeda dengan para peemenang. Pemenang disini dalam artian lain adalah para penguasa yang menenjtukankebijakan apa seorang ini layak disebut sebagai pahlawan atau hanyalah para pencundang saja atau orang yang dianggap tidak berjasa sama sekali.
 Hal diatsmemang menjaid tantanagan para sejawarawan untuk emnuliskan dalams ejarah. Emmang tiak bisa dilepaskan bahwa dalam enulisan sejarah tidka pernah bisa dilepaskan dari nalia dan pemahaman yang adianut oleh penulis sejarah. Oleh akren aitu penamaan mengapa itu disebut ddnegan pahlawan sementara yang lain yang juga sama2 ebrjasa tidka disebut pahlawan adalah pendistorsians ejarah. Sejarawan harus obyektif dalam emmandang seatu dna menulsiakn sejarah meskipun nilai nilai subyektifitasan itu emnag tidka akan pernah bisa dihilangkan. Oleh akren aitumemnag mentuntu adanya kebijakan pemerinah yang lebih terbuka supaya dalam emmangda sesuat tidak hanay dari satu sis saja tapi juga dari sisi yang lain.
Orang-orang yang jujur, baik, disiplin kebiasanyay apsti akan tersingkirkan karena memnag sistem yang ad aadalah sistem yang emnuntutu semua orang untuke emiliki pemahaman yangsa ama terhadpa sesuatu. Oleh akrena itu pada akhirnya merka yang kalah akans emakin tersingkirkan dan hilang dari peredarana. Sementara emrmka yang meu ikut dengan sistem akan terus ikut dan memiliki pernana penting atau bahakan disebut para pahlanawan padaha jasanya tidak seberapa. Oleh keerkna itu penaman pahlawan atauun pembernak emenag tidka pernah bsia dilepaskn dari nilai-nilai yang diangut oleh pengambil kebijakan. Lalu kapankah merka yang pahlawan akan menjadi pememang. Kapankah sejarah bisa menjaid miliki pahlawan bukan lagi pemenang. Kita tunggu saja waktunya. (Solo, 11/5/12, 01.14 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar